Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/bersnar1/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dedi Mulyadi : Pengganti PR Sekolah Cuci Piring, Ngepel, Masak dan Nyetrika

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Photo : Istimewa)

Bers1nar.Com I JAWA BARAT- Sebagai pengganti pekerjaan rumah (PR) yang selama ini diberikan tugas-tugas kerjakan soal di rumah maka PR itu akan diganti dengan mencuci piring, ngepel, masak dan nyeterika. Guru tidak boleh lagi memberikan pekerjaan rumah (PR) dalam bentuk tugas tertulis dari setiap mata pelajaran kepada siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat.

Pemberian tugas, baik individu maupun kelompok, harus dioptimalkan guru pada saat jam efektif pembelajaran di satuan pendidikan. Nantinya, aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2025/2026 mendatang.

Aturan yang tertuang dalam surat edaran teknis yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 81/PK.03/DISDIK tentang optimalisasi pembelajaran.

“Tidak membebani peserta didik dengan pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) yang bersifat tugas tertulis dari setiap mata pelajaran,” jelas Purwanto dalam surat edarannya, Selasa (10/06/2025). Kemudian sebagai gantinya, pihak sekolah diminta mengarahkan penugasan kepada kegiatan yang bersifat reflektif dan eksploratif.

“Misalnya melalui pelaksanaan projek pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap keluarga, alam, dan lingkungan sekitar,” katanya. Dalam surat edaran itu juga diatur tentang penugasan akademik yang harus difokuskan untuk penguatan siswa yang belum mencapai kompetensi minimal, dengan ketentuan maksimal 60 persen dari durasi tatap muka. Dioptimalkan pelaksanaannya di sekolah melalui pembelajaran remedial

Kemudian di luar jam belajar efektif, peserta didik didorong mengembangkan minat dan bakat, baik di rumah maupun di sekolah. Pengembangan ini mencakup berbagai bidang, seperti keagamaan, literasi, seni, olahraga, sains, teknologi, kewirausahaan, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Dapat dioptimalkan juga untuk pengembangan minat dan bakat peserta didik di antaranya membantu orangtua/wali di rumah serta lingkungan sekitar,” tambahnya. Purwanto mengatakan, kepala dinas pendidikan di setiap wilayah harus segera mensosialisasikan kebijakan ini serta mendampingi satuan pendidikan dalam pelaksanaannya.

“Dinas pendidikan di wilayah kabupaten dan kota agar menugaskan pendamping satuan pendidikan untuk melaksanakan pemantauan pelaksanaan edaran tersebut dan melaporkannya kepada kepala dinas pendidikan wilayah tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut siswa bisa bantu orang tua cuci piring hingga masak, terkait kebijakan penghapusan PR ini, Dedi Mulyadi mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk menghentikan aktivitas sekolah menjadi dikerjakan di rumah. “Penghapusan PR itu dimaknai sebagai upaya menghentikan kegiatan aktivitas rutin di sekolah yang dibawa ke rumah,” tutur Dedi Mulyadi dilansir dari IG pribadinya

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mencontohkan sejumlah kegiatan yang bisa menjadi pengganti PR tersebut, pekerjaan-pekerjaan itu, bisa berhubungan dengan keluarga, alam, dan lingkungan sekitarnya. Dimana hal tersebut dinilai bisa lebih aktif mengeksplorasi minat dan bakat siswa dengan pekerjaan produktif.

“Misalnya, membantu orang tuanya mencuci piring, mengepel, memasak, menyetrika, kemudian membuat taman di rumah. Itu adalah pekerjaan rumah yang harus mendapat penilaian positif dari gurunya,” tutur KDM

Selain itu, pelajar yang memiliki minat di bidang kimia maupun fisika juga bisa menjernihkan air bekas mengepel di rumah dengan bahan-bahan kimia ramah lingkungan, sehingga hasilnya bisa digunakan untuk keperluan lain.

“Kemudian anak-anak berkelompok membuat keterampilan, misalnya berkelompok dalam les bahasa Inggris. Mereka melakukan percakapan dalam bahasa Inggris dalam kelompok di rumahnya. Itu juga bagian dari pembelajaran sekolah PR, kemudian, berkarya bermusik dan melahirkan grup musik yang berkualitas untuk membuat karya-karya lagu,” jelas KDM (RED/BMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *