Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/bersnar1/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Bupati Bogor : UMKM Harus Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan

Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam pertemuan rapat penataan minimarket dan UMKM. (Photo : Istimewa)

Bers1nar.Com I KAB.BOGOR – UMKM harus naik kelas bukan sekedar bertahan hal itu disampaikan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat memimpin rapat koordinasi terkait pembinaan dan penataan toko modern/minimarket dan UMKM di Wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini digelar di Pendopo Bupati Bogor, Rabu (06/08/2025), sebagai upaya menciptakan iklim usaha yang adil, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Rudy menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar forum diskusi teknis, melainkan bagian dari pembinaan menyeluruh untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mencari solusi terbaik guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Pesatnya pertumbuhan toko modern tentu menjadi perhatian kita semua. Namun, kita tidak bisa membiarkan ini berkembang tanpa arah. Harus ada sinergi yang adil antara toko modern dan pelaku UMKM,” tutur Rudy.

Rapat ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, yang mengatur operasional minimarket, supermarket, hypermarket, hingga perkulakan. Bupati menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal di tengah dinamika investasi dan perkembangan zaman. Salah satu poin penting yang dibahas adalah kewajiban toko modern untuk bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal. Setiap gerai toko modern diwajibkan menyediakan etalase khusus bagi produk UMKM.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Satu gerai bisa menjadi pintu bagi ribuan produk lokal untuk berkembang. Ini bukan hanya soal bisnis, ini soal keberpihakan,” ungkapnya. Rudy juga mengungkapkan bahwa mulai akhir 2025, Pemkab Bogor akan mulai membangun kawasan pusat ekonomi kolaboratif yang mengintegrasikan toko modern dan UMKM dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Pemerintah daerah juga akan melibatkan BUMD, lembaga keuangan mikro, dan perbankan daerah seperti Bank BJB untuk mendukung pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang ingin masuk ke jaringan distribusi toko modern. “Jangan sampai toko modern besar tumbuh subur, tapi pelaku UMKM lokal tertinggal. Kita bangun ekosistem yang saling menguntungkan,” jelas Rudy.

Sementara itu Kepala Cabang Bogor 2 jaringan toko modern, Santoso Lubis, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung program pemerintah. “Alhamdulillah, kami bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan. Kami diminta dan diharapkan untuk bersinergi secara nyata. Pemerintah telah memberi arahan yang jelas, dan kami siap merealisasikannya,” sebut Santoso. (RED/wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *