Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/bersnar1/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Orangtua Setuju Kebijakan Dedi Mulyadi Didik Anak di Barak Militer, Siap Pasang Badan Lawan Pelapor

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Photo : Istimewa)

Bers1nar.Com I JABAR – Orangtua setuju kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait mendidik anak nakal di barak militer. Dedi Mulyadi meminta agar anak nakal dididik secara khusus melalui TNI di barak militer. Namun kebijakan yang dilakukan Dedi Mulyadi ini rupanya justru menjadi pro kontra. Pasalnya ada sosok yang melaporkan Dedi Mulyadi tentang porgram tersebut. Dedi Mulyadi dinilai merampas Hak Asasi Manusia.

Karena itu KDM panggilan akrab Dedi Mulyadi dilaporkan oleh Adhel Setiawan ke Komnas HAM. Namun ditengah laporan Adhel Setiawan, sosok Sofiyah orang tua yang setuju anaknya dididik di barak militer justru melawan. Sofiyah menyebut kebijakan KDM itu justru tindakan yang tepat, bahkan Sofiyah sudah mengajukan agar putranya ikut dimasukkan ke barak militer.

“Buat kemajuan anak saya dan perubahan anak saya, emang saya setuju sama programnya Pak Dedi ya saya mengikuti lah program itu. Emang menurut saya itu program yang baik untuk anak-anak. Malah ke depannya, saya mau ada saran, jangan cuma buat anak yang nakal, jadi anak yang ada keinginan masuk barak militer. Jadi itu nanti ada yang tempat mereka itu memang yang pengin,” tutur Sofiyah kepada awak media, Rabu (14/05/2025)

Diakui Sofiyah, ia tidak cemas sama sekali jika anaknya dilatih oleh TNI. Sofiyah pun sangat setuju dengan kebijakan KDM yang memasukkan anak-anak pelaku tawuran ke barak militer. “Kalau kata orang mah anak nakal, kalau menurut saya mah bukan, anak yang membutuhkan perhatian dari seorang pemimpin. Selama ini kan anak tawuran masuk kantor polisi, karena dengan program ini mereka tuh dibimbing bukan dihakimi, mereka malah dilatih, toh mereka juga enggak kehilangan pembelajaran di sekolah juga yang mengajar juga TNI,” jelasnya.

“Seorang pemimpin pun pasti sudah memikirkan programnya, pasti buat kemajuan masyarakat gitu. Dengan adanya program Pak Dedi Mulyadi saya kagak kenal Pak Dedi Mulyadi, tapi saya mah mendukung, semoga Jawa Barat bersih dari tawuran, lebih aman, lebih adem, kerusuhan berkurang, Jawa Barat bisa maju,” ungkap Sofiyan.

Menteri Hak Azasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bebrapa waktu yang lalu menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Menurut Natalius, pengiriman anak ke barak militer merupakan pendekatan yang efektif untuk menanggulangi perilaku menyimpang dan mengurangi tingkat tawuran di kalangan pelajar.

Sementara itu Koordinator Ngefans KDM yang juga sebagai Ketua Umum DPP Barisan Pendukung Kang Dedi Mulyadi (BP-KDM) BenS Ryan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan KDM bukan kebijakan yang tidak melalui kajian dan bukan program asal-asalan. Mengingat KDM pernah dua periode 2008-2018 sebagai Bupati Purwakarta dan KDM dinilai berhasil dan sukses memajukan Kabupaten Purwakarta.

“KDM itu bekerja dari hati dan beliau seorang figur pemimpin yang rendah hati dan merakyat apa yang dilakukan beliau terkait dengan para siswa yang digembleng di barak militer jangan langsung berpikir negatif, karena mendengar kata barak tentara agak menyeramkan seperti ada penyiksaan. Padahal tidak ada karena belum dicoba mari kita lihat hasilnya dan pelajar itu sendiri yang ditanyakan langsung sama orangtuanya bagaimana mereka selama di barak militer dan saya yakin mereka pasti senang karena ada hal yang baru yang mereka dapatkan,” jelas BenS. (RED/ASEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *